Underlying Sentiment Mulai Mempengaruhi Harga Emas 

Baca artikel di situs FBS

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya underlying sentiment yang terbentuk akhir akhir ini sangat mempengaruhi harga emas dunia. Ketakutan akan terjadi resesi ekonomi dunia adalah pemicu para pelaku pasar, kembali melihat emas sebagai safe haven yang tidak tergantikan.

Gencatan perang dagang Amerika – China setelah pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi di KTT G20 Osaka Japan, tidak menurunkan tariff kedua negara.

Amerika Serikat masih mengenakan tariff senilai $250 milliar dan China masih mengenakan tariff $110 milliar pada product Amerika Serikat. Keadaan menjadi rumit karena Presiden Trump mempunyai sifat keras dan sering merubah kebijakan dalam hitungan menit, seperti yang terjadi pada pertemuan terakhir kedua delegasi dengan menampar tariff baru bagi barang China senilai $200 milliar.

Ini bukan merupakan hal yang baru karena sebelumnya Presiden Trump membatalkan perjanjian dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un saat akan menandatangani perjanjian denuklirisasi Korea Utara.

Sifat labil dari Trump dalam mengambil keputusan, tentunya merupakan celah bagi Presiden Xi untuk tidak memberikan semua permintaan delegasi Amerika Serikat, sehingga sejak perundingan terasa lebih sulit maka China mulai menghentikan pembelian hasil pertanian Amerika Serikat yang merupakan syarat dalam pembicaraan kesepakatan dagang Amerika – China.

Memburuknya konflik dagang kedua negara tersebut, membuat pemerintah China mulai melakukan kebijakan pengawasan uang yang keluar dari China dan berakibat terpukulnya sector perumahan Amerika Serikat.

Data dari sector perumahan yang menurun tadi malam merupakan pemicu awal akan terjadinya pengangguran yang akan kembali meningkat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, yang berujung dengan turunnya laju tingkat inflasi.

China merupakan negara yang paling banyak membeli property di Amerika Serikat, dan sejak perang dagang berlangsung maka sector ini mulai melemah.

Perang Dagang, Perang Teluk dan Data Ekonomi Amerika Serikat yang memburuk , serta keinginan The Fed untuk memotong suku bunga di akhir bulan ini, merupakan  Underlying sentiment yang membuat harga emas dunia akan kembali naik.

Target emas untuk mencapai harga $1457 – $1468/ troyounce merupakan hal yang wajar disaat trendline di harga $1417/ troyounce tidak dapat dilewati.

Gold Timeframe Daily

gold 18 juli.png

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Reza Aswin

Bagikan informasi ini ke teman Anda

Menyerupai

Berita terbaru

Buka secara instan

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.